Ziarah Kubur: Tata Cara dan Doa untuk Menghormati Orang yang Sudah Meninggal

Ziarah kubur merupakan salah satu kegiatan penting dalam budaya Indonesia. Tradisi ini dilakukan untuk menghormati dan mendoakan arwah orang yang telah meninggal dunia, serta mengenang jasa-jasa mereka selama hidup. Meskipun sebagian besar orang telah mengetahui tata cara ziarah kubur, namun tidak ada salahnya untuk mempelajari kembali agar tradisi ini tetap terjaga dengan baik.

Persiapan Ziarah Kubur

1. Persiapkan diri secara mental dan fisik

Sebelum melakukan ziarah kubur, pastikan Anda telah mempersiapkan diri secara mental dan fisik. Pertama-tama, pastikan Anda dalam keadaan sehat dan bugar agar bisa menjalankan ziarah dengan nyaman. Selain itu, cobalah untuk memperbanyak ibadah dan berdoa agar hati dan pikiran Anda tenang saat melaksanakan ziarah.

2. Pilih waktu yang tepat

Pilihlah waktu yang tepat untuk melakukan ziarah kubur. Jika memungkinkan, hindari melakukan ziarah pada hari-hari yang dianggap sebagai hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan Maulid Nabi. Selain itu, hindari juga melakukan ziarah pada waktu malam hari, kecuali jika memang ada tradisi khusus yang harus dilakukan.

3. Persiapkan perlengkapan

Saat melakukan ziarah kubur, pastikan Anda membawa perlengkapan yang diperlukan. Beberapa perlengkapan yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Bunga atau karangan bunga sebagai tanda penghormatan kepada yang telah meninggal
  • Alat sholat, seperti sajadah dan mukena, jika ingin melakukan sholat di atas kubur
  • Air dan kain lap untuk membersihkan kubur dari debu dan kotoran

4. Memberikan sedekah

Memberikan sedekah juga dapat dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi yang telah meninggal. Anda dapat memberikan sumbangan kepada yayasan atau lembaga yang memperhatikan kebutuhan orang yang membutuhkan, seperti anak yatim atau fakir miskin.

Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua

Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua

1. Mengucapkan salam saat masuk makam

Membaca salam saat ziarah kubur sangat penting. Rasulullah telah mencontohkan hal ini. Sebagaimana dijelaskan di atas, Rasulullah menyampaikan salam saat melakukan ziarah kubur. Berikut bacaan salam yang bisa dilafalkan:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin wa atakum ma tu adun ghadan mu ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun

Artinya:
“Assalamu’alaikum. Hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insya Allah akan menyusul kalian.”

2. Membaca istigfar

Setelah mengucapkan salam, umat Muslim juga disarankan untuk membaca kalimat istigfar seperti berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagfirullah hal adzim alladzi la illaha illa huwal hayul qoyyumu wa atubu ilaihi.

Artinya:
“Aku mohon ampuh kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Membaca surat pendek Al-Qur’an

Selanjutnya, ada beberapa surat pendek Al-Qur’an yang juga bisa dibaca saat ziarah kubur. Adapun beberapa surat Al-Qur’an yang dibaca saat ziarah kubur adalah berikut:

– Surat Al-Fatihah (3x)
– Surat Al-Ikhlas (3x)
– Surat Al-Falaq (3x)
– Surat An-Nas (3x)

4. Membaca surat Yasin dan Tahlil

Membaca surat Yasin saat ziarah kubur menjadi amalan utama untuk kebaikan. Anda bisa mendownload aplikasi surat Yasin dan doa ziarah kubur melalui link ini : Aplikasi Yasin

مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ أَوْ أَحَدِهِمَا ، فَقَرَأَ عِنْدَهُمَا أَوْ عِنْدَهُ : يس ، غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ ذَلِكَ آيَةً أَوْ حَرْفًا

Artinya:
“Barangsiapa berziarah ke kuburan kedua orang tuanya setiap Jumat lalu membacakan di sisinya surat Yasin, niscaya akan diampuni sebanyak jumlah ayat dan huruf yang dibaca.” (HR Ibnu ‘Adi)

5. Doa ziarah kubur singkat

Tata cara ziarah kubur selanjutnya adalah membaca doa. Ada doa ziarah kubur singkat yang bisa dibacakan saat sedang berkunjung ke makam orang tua. Berikut bacaan doa ziarah kubur:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummagfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi madholahu, waghsilhu bii maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.

Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aldzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Artinya:
“Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya. (HR Muslim)

Beberapa etika ketika berada di pekuburan

a. Menghadap kiblat ketika berada di kuburan seseorang.

لِحَدِيْثِ البَرَاءِ اَنَّهُ جَلَسَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ لَمَّا خَرَجَ اِلَي المَقْبَرَةِ. [رواه ابو داود]

Artinya: “Menilik hadis Bara’ bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk menghadap qiblat ketika pergi berziarah kubur” [HR. Abu Dawud]

b. Tidak menduduki kuburan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ حَتَّى تُحَرِّقَ ثِيَابَهُ, وَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ, خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْر. [رواه مسلم]

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya hingga tembus ke kulitnya, itu lebih baik baginya dari pada duduk di atas kuburan.” [HR. Muslim]

c. Menghormati kuburan

Saat tiba di lokasi kuburan, pastikan Anda menghormati kuburan dengan cara:

  • Memperlihatkan rasa hormat dengan mengucapkan salam dan membaca doa
  • Menyiramkan air ke atas kubur sebagai tanda penghormatan
  • Meletakkan karangan bunga atau benda lainnya di atas kubur

d. Menghormati orang yang berkunjung

Saat berkunjung ke kuburan, pastikan Anda juga menghormati orang yang sedang berkunjung ke kuburan lainnya. Jangan mengganggu mereka yang sedang berdoa atau berzikir, dan jangan meninggalkan sampah atau barang-barang lain yang dapat merusak lingkungan sekitar kuburan.

e. Menghindari perilaku yang tidak pantas

Saat melakukan ziarah kubur, hindari perilaku yang tidak pantas, seperti:

  • Berbicara dengan suara yang keras atau bercanda di atas kuburan
  • Mengambil tanaman atau benda lainnya dari kuburan
  • Mengambil foto atau video di sekitar makam

f. Mendoakan orang yang telah meninggal

Ziarah kubur juga dilakukan sebagai wujud doa bagi yang telah meninggal. Setelah menghormati kuburan dan orang yang berkunjung, luangkan waktu untuk mendoakan orang yang telah meninggal. Bacalah doa khusus atau membaca Al-Quran di atas kubur sebagai wujud penghormatan dan doa untuk arwah yang telah pergi.

g. Menjaga kebersihan kuburan

Setelah selesai melakukan ziarah kubur, pastikan Anda meninggalkan lokasi kuburan dalam keadaan bersih dan rapi. Bersihkan sampah atau bunga yang sudah layu dari kuburan dan sekitarnya. Jangan meninggalkan sampah atau barang-barang lain yang dapat merusak lingkungan sekitar kuburan.