Friday , January 21 2022
gambar rukun islam dan rukun iman

Penjelasan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam Lengkap

Rukun Iman dan Rukun Islam

Rukun Iman

APakah sebagai seorang muslim sudah memahami rukun iman dan rukun islam? Sebagia seorang muslim penting memahami dari rukun-rukun ini karena berperan sebagai salah satu pilar syariat dan bisa mengambil pelajaran dari rukun-rukun ini.

Iman adalah keyakinan dalam hati atau pembenaran dalam hati yang dituturkan dengan lisan dan diamalkan melalui perbuatan dalam keyakinan beragama. Definisi dari rukun iman adalah meyakini bahwa Nabi dan Rasul merupakan utusan Allah SWT diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman kepada manusia di bumi.

Adapun hadist tentang rukun iman adalah:

الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

Aliimanu Angtu’ Mina billahi wamala ikatihi wakutubihi warusulihi wal yaumin aahiri watu’mina bil qodari khairihi wasyarihi

“Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”(HR. Muslim).

Lantas Rukun Iman ada berapa? Berikut ini adalah 6 rukun-rukun Iman :

1. Rukun iman ke 1 Iman kepada Allah

Kita harus meyakini dengan sepenuh hati atas keberadaan Allah, sebagai zat yang melebihi segala makhluk-Nya,bahwa Allah itu Esa, Allah yg menciptakan Alam semesta beserta isinya, Allah yang menciptakan seluruh Makhluk yang ada di langit serta dibumi.

Dikutip NU Online, Syekh M Nawawi Banten menyebut lima tingkat keimanan anak Adam. Ia menjelaskan secara rinci sebagai berikut ini:

مراتب الإيمان خمسة Artinya, “Derajat keimanan ada lima,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 9).

Pertama, iman taklid. Keimanan ini didasarkan pada ucapan orang lain (ulama biasanya) tanpa memahami dalilnya.

Kedua, iman ilmu atau ilmul yaqin. Keimanan ini didasarkan pada pemahaman aqidah berikut dalil-dalilnya.

Ketiga, iman ‘iyan atau ainul yaqin. Dengan keimanan ini seseorang mengetahui Allah (makrifatullah) dengan jalan pengawasan batin.

Keempat, iman haq atau haqqul yaqin. Dengan keimanan ini, seseorang memandang Allah melalui batinnya.

Kelima, iman hakikat. Dengan keimanan ini, orang menjadi lenyap karena Allah dan dimabuk oleh cinta kepada-Nya. Ia tidak menyaksikan apapun selain Allah.

2. Rukun iman ke 2 Iman kepada para malaikat Allah

Kita harus percaya bahwa adanya Malaikat yang senantiasa mengawasi serta mencatat segala perbuatan kita. Mengimani adanya malaikat sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, beserta amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada para malaikat.

Rukun iman ke 3 Iman kepada kitab-kitab Allah

Kita harus meyakini bahwa seluruh kitab yang diturunkan kepada Nabi, maka datangnya dari Allah SWT. Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah Kalam (ucapan) yang merupakan sifat Allah. Kitab-kitab tersebut menjelaskan perintah-perintah, larangan-larangan, janji-janji, dan ancaman-Nya.

BACA JUGA :  Alam Antara Dunia dan Akhirat Adalah Alam

Mengimani bahwa kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT termasuk 4 (empat) yaitu:

  1. Kitab Suci Taurat
  2. Kitab Suci Zabur
  3. Kitab Suci Injil
  4. Kitab Suci Al-Qur’an
  5. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur’an merupakan penggenapan kitab-kitab suci terdahulu

Rukun iman ke 4 Iman kepada para rasul Allah

Kita harus meyakini bahwa Nabi dan Rasul adalah utusan Allah. Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya

Rukun iman ke 5 Iman kepada hari akhir

Kita harus meyakini bahwa hari akhir itu pasti akan datang. Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.

Rukun iman ke 6 Iman kepada qada dan qadar

Kita harus meyakini bahwa apapun yang terjadi dimuka bumi ini serta yang terjadi pada diri kita, walaupun itu baik maupun buruk itu semua atas kehendak Allah SWT. Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu atas izin dari Allah. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka demikian pula perbuatan mereka melalui kehendak Ilahi

Rukun Islam

Rukun islam adalah hal pokok yang harus dilakukan oleh semua orang islam sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman. Setiap orang islam wajib melakukan atau mengamalkan hal-hal yang ada di dalam rukun islam.

Rukun islam terdiri dari 5 hal, yang semuanya merupakan kegiatan fisik yang harus diamalkan. Hal ini berbeda dengan rukun iman yang sifatnya berupa mempercayai hal-hal tertentu.

URUTAN RUKUN ISLAM

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Rukun Islam yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal ini wajib hukumnya untuk dilakukan bagi setiap orang untuk menjadi muslim.

Syahadat (persaksian) ini memiliki makna mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati lalu mengamalkannya melalui perbuatan. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan namun tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya.

BACA JUGA :  Aqdan artinya

2. Mendirikan Salat

Setelah masuk islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, selanjutnya seorang muslim wajib untuk mendirikan sholat 5 waktu.

Shalat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim di mana ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.

Allah mensyariatkan dalam shalat, suci badan, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk shalat. Maka seorang muslim membersihkan diri dengan air suci dari semua barang najis seperti air kecil dan besar dalam rangka menyucikan badannya dari najis lahir dan hatinya dari najis batin.

Shalat merupakan tiang agama. Ia sebagai rukun terpenting Islam setelah dua kalimat syahadat. Seorang muslim wajib memeliharanya semenjak usia baligh (dewasa) hingga mati. Ia wajib memerintahkannya kepada keluarga dan anak-anaknya semenjak usia tujuh tahun dalam rangka membiasakannya.

Puasa adalah menahan segala sesuatu seperti makan dan minum serta menahan hawa nafsu, yang dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Contoh puasa yaitu : Puasa wajib sebulan penuh di bulan Ramadhan; puasa sunnah senin, kamis ; puasa sunnah ayyamul bidh atau puasa 3 hari berturut-turut di pertengahan bulan; puasa sunnah daud (sehari puasa sehari tidak, begitu seterusnya); puasa sunnah arafah; puasa sunnah tarwiyah.

3. Berpuasa di Bulan Ramadhan

Di Bulan Ramadhan seperti saat ini, setiap orang muslim wajib untuk melakukan ibadah puasa. Puasa pada bulan Ramadan yaitu bulan kesembilan dari bulan hijriyah.

 4. Menunaikan Zakat

Zakat merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh semua orang muslim kecuali untuk yang tidak mampu seperti fakir miskin. Allah telah memerintahkan setiap muslim yang memiliki harta mencapai nisab untuk mengeluarkan zakat hartanya setiap tahun. Ia berikan kepada yang berhak menerima dari kalangan fakir serta selain mereka yang zakat boleh diserahkan kepada mereka sebagaimana telah diterangkan dalam Al Qur’an.

5. Pergi Haji ( Bagi yang Mampu )

Rukun Islam kelima adalah haji (ziarah) ke Baitullah Mekkah sekali seumur hidup. Adapun lebihnya maka merupakan sunnah. Bagi orang islam yang mampu, pergi Haji ke Mekkah adalah sebuah kewajiban. Menunaikan ibadah haji wajib dilakukan sekali oleh orang islam dalam seumur hidup.

DALIL

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ . رواه البخاري و مسلم .

BACA JUGA :  Maisir

Artinya :

Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan

( HR. Al-Bukhari dan Muslim )

Hadist yang menjelaskan tentang Rukun Islam yaitu:

عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه أَيضاً قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه و سلّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ:يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ

Artinya: “Dari Umar radhiyallahu ‘anhu pula dia berkata;

Pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya.

Kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata: ‘Wahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

”Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.”

Laki-laki tersebut berkata: ‘Engkau benar.’ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya.” (HR. Muslim)

Wallahualam Bissawab.