Aqiqah Adalah
Aqiqah Adalah

Aqiqah Adalah? Hukum Melaksanakan Aqiqah, 2 Syarat dan Waktunya

hukum melaksanakan aqiqah adalah

Pengertian Aqiqah Adalah

Akikah (Aqiqah) adalah pengorbanan hewan dalam hukum Islam sebagai bentuk penghargaan umat Islam kepada Allah SWT tentang bayi yang lahir. Pendapat terkuat dari hukum Aqiqah adalah Sunnah Muakada, yang merupakan pendapat mayoritas ulama berdasarkan hadits. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa Aqiqah sebagia penebus, artinya Akika melepaskan kekangan jin yang mengiringi semenjak kelahir untuk semua bayi.

Akika berarti menyembelih kambing pada hari ke 7 setelah kelahiran anak. Menurut bahasa, Akika berarti “memotong”. Hukumnya adalah sunnah muakadah bagi yang mampu, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib.

Syarat Aqiqah Adalah

1. Jumlah hewan aqiqah
Syarat pertama adalah memperhatikan jumlah hewan. Untuk anak laki-laki, dikorbankan 2 kambing atau domba. Sedangkan untuk anak perempuan, mereka membutuhkan seekor kambing atau seekor domba untuk disembelih. Tetapi jika anak itu tidak mampu menyembelih dua , maka diperbolehkan untuk seekor kambing atau domba.

2. Kondisi hewan aqiqah
Hewan yang digunakan untuk aqiqah harus sehat, tidak cacat, tidak kurus, dan tua untuk disembelih. Kambing atau domba yang akan digunakan untuk aqiqah biasanya berumur sekitar satu tahun, dengan jantan atau betina. Dan sunnah juga harus memasak daging aqiqah terlebih dahulu.

BACA JUGA :  Apakah Hadis Dapat dijadikan Rujukan Sumber Hukum Islam

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah adalah, dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya, hal ini berdasarkan sabda Nabi ‘ yang artinya: “Setiap anak digadaikan dengan hewan akikahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, dan dia dicukur. , dan diberi nama.” (Hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Asyhabus Sunan, dan shahih oleh At-Tirmidzi)

Dan jika tidak bisa pada hari ketujuh, maka bisa dilakukan pada hari keempat belas, dan jika tidak bisa, maka pada hari kedua puluh satu, ini berdasarkan hadits Abdullah bin Buraidah dari ayahnya dari Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sembelih hewan akikah pada hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu.” (Hadis hasan diriwayatkan oleh Al Baihaqiy)

Waktu pelaksanaan Aqiqah adalah berdasarkan hadits yang ada adalah 7 hari, 14 hari, dan 21 hari adalah hari – hari berdasarkan dalil, sedangkan selain hari itu adalah pendapat/ijtihad para ulama.

Misalnya setelah tiga minggu masih belum bisa, maka kapan saja pelaksanaannya mampu, karena pelaksanaan pada hari ketujuh, keempat belas dan kedua puluh satu sifatnya sunnah dan yang terpenting tidak wajib, dan bisa juga dilaksanakan sebelum hari ketujuh.

BACA JUGA :  Hukum Orang Islam Meninggal Pakai Peti

Bayi yang meninggal sebelum hari ketujuh juga diperbolehkan untuk disembelih dengan akikahnya, sekalipun bayi yang mengalami keguguran kandungan dengan syarat berusia empat bulan dalam kandungan ibunya.

Akikah adalah syariat yang dikenakan pada ayah bayi. Akan tetapi, jika seseorang yang belum disembelih akikah oleh kedua orang tuanya sampai ia dewasa, maka ia boleh menyembelih akikah dari dirinya sendiri, Syekh Shalih Al Fauzan berkata: “dan bila tidak diakikahi oleh ayahnya kemudian dia mengakikahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa.”

Faedah dan Manfaat Aqiqah:

1. Menyampaikan berita tentang kehadiran anak serta tidak langsung mengabarkan tentang posisi nasab anak agar tidak ada persangkaan buruk terhadap status anak.

2. Mengikuti panggilan sifat murah hati dan dermawan dan menjauhi panggilan sifat kikir dan pelit.

3. Aqiqah adalah kelanjutan kebaikan dan ketundukan sebab melakukan hal ini semenjak masa bayi menunjukkan kemauan orang tua untuk berkorban dijalan Allah seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim.

4. Melepas status anak yang masih tergadai karena anak tergadai dengan aqiqahnya.

BACA JUGA :  Penjelasan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam Lengkap

Hukum Melaksanakan Aqiqah Adalah

hukum melaksanakan aqiqah bagi orang tua adalah, hukum aqiqah setelah dewasa, hukum melaksanakan akikah dan kurban adalah, Aqiqah itu hukumnya apa?, Apakah aqiqah itu wajib atau sunnah.

Hukum aqiqah anak adalah sunnah muakkad menurut jumhur ulama.

Tata Cara Aqiqah dalam Islam

1. Waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah

2. Syarat-syarat dalam memilih hewan untuk aqiqah

3. Membagi daging hewan hasil aqiqah

4. Memberi nama anak pada saat aqiqah:

5. Prosesi mencukur rambut pada saat aqiqah:

6. Bacaan doa saat menyembelih hewan aqiqah

7. Bacaan doa bagi bayi yang diaqiqahkan

DALIL PERINTAH AQIQAH

Hadits Rasulullah SAW :

كُـلُّ غُلَامٍ مُـرْتَهَنٌ بٍـعَـقِيْــقَـتِهٖ تُذْبَـحُ عَنْـهُ يَوْمَـا سَـابِعِـهٖ وَيُـلْحَـقُ وَيُـسَـمّٰى

Artinya : “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yg disembelih di hari ketujuh (dari kelahirannya), diberi nama dan dicukur ranbutnya diwaktu itu” (HR. Ahmad).