hikmah shalat sunnah

13 Macam Shalat Sunnah dan Hikmah di Balik Shalat Sunnah

Apa yang dimaksud shalat sunnah

Apa yang dimaksud sholat sunnah?

Shalat sunnah adalah berbagai jenis sholat yang dianjurkan untuk dilakukan, tetapi tidak wajib. Seorang muslim tidak berdosa jika tidak mengerjakan shalat sunnah, sedangkan mengerjakannya berarti mendapat pahala. Shalat sunnah terbagi lagi menjadi dua yaitu sunnah yang satu muakkad dan sholat sunnah yang ghairu muakkad.

Shalat sunnah muakkad adalah Shalat sunnah yang diselenggarakan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya dan salat tarawih. Sedangkan Shalat sunnah ghairu muakkad adalah sholat sunnah yang dianjurkan tanpa dorongan dengan penekanan yang kuat. Sholat sunnah merupakan salah satu jenis sholat nawafil yang dibedakan dengan sholat mustahab dan sholat tathawwu salah.

Sholat sunnah adalah salat yang dikerjakan di luar salat wajib, bukan salat wajib, tetapi jika dikerjakan akan mendapat pahala. Sesuai dengan hukum sunnah, jika dilakukan akan mendapat pahala dan jika dibiarkan tidak masalah. Sholat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu sunnah muakad dan ghairu muakad. Sholat sunnah muakad merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan, sholat sunnah muakad selalu dilakukan oleh Rasulullah sedangkan muakad ghairu terkadang dilakukan dan terkadang tidak.

Disyari’atkannya Shalat Sunnah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyari’atkan shalat sunnah untuk meningkatkan amal manusia dan menutupi segala kekurangan dan kelalaian yang ada, sebagaimana hal itu diperintahkan oleh Allah dalam Kitab-Nya yang agung, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

BACA JUGA :  Pengertian Sholat Tahajud dan 6 Tatacaranya Lengkap

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

Arab-Latin: Wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl, innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt, żālika żikrā liż-żākirīn

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” [Huud/11: 114]

Referensi: https://almanhaj.or.id/3500-disyariatkannya-shalat-sunnah-dan-keutamaannya.html

Shalat sunnah apa saja?

Adapun macam-macam shalat sunnah antara lain adalah:

1. Sholat sunnah rawit : dilakukan sebelum atau sesudah sholat. Jika dilakukan sebelum sholat disebut sholat qabliyah, sedangkan jika dilakukan setelah sholat disebut sholat ba’diyah. Sholat rawatib ini bisa dilakukan sendiri. Sholat Rawatib yang termasuk sunnah muakad antara lain 2 rakaat sebelum fajar, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat setelah zuhur, 2 rakaat setelah magrib, dan 2 rakaat setelah shalat magrib. maghrib, dan 2 rakaat sebelum isya’.

2. Sholat sunnah tahiyatul masjid : Bisa dilakukan sendiri dan dilakukan saat masuk masjid sebelum duduk. Total 2 rakaat.

3. Sholat Dhuha : dilakukan pada pagi hari sampai menjelang dhuhur, dapat dilakukan sendiri dan jumlah rakaatnya adalah 2 sampai 12 rakaat.

4. Sholat istikharah : adalah sholat yang dilakukan untuk meminta petunjuk atas suatu pilihan.

BACA JUGA :  1/3 Malam Waktu Doa Sholat Tahajud Paling Mujarab Serta Dzikir Lengkapnya

5. Sholat Tahajud: dilakukan pada malam hari dengan minimal 2 rakaat dan dapat dilakukan sendiri. Dalam Q.S Al-Isra ayat 79 dijelaskan bahwa shalat tahajud dapat diangkat ke tempat yang terpuji.

6. Sholat Tarawih adalah sholat sunnah muakad atau salat yang sangat terorganisir dan dilakukan secara berjamaah selama bulan Ramadhan.

7. Sholat witir merupakan sholat sunnah muakad penutup sholat tarawih, selain itu sholat ini juga bisa dilakukan sebagai penutup sholat tahajud. Dilakukan dalam jumlah ganjil.

8. Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah muakad yang dilakukan secara berjamaah pada pagi hari sebanyak 2 rakaat pada saat Idul Fitri.

9 Shalat Idul Adha adalah shalat sunnah muakad yang dikerjakan secara berjamaah pada pagi hari sebanyak 2 rakaat pada saat Idul Adha.

10. Sholat gerhana adalah sholat yang dilakukan secara berjamaah pada saat terjadinya gerhana dan hukumnya sunnah muakad.

11. Sholat istisqa adalah sholat yang dilakukan secara berjamaah dan dimaksudkan untuk meminta hujan ketika kemarau berkepanjangan.

12. Salat hajat adalah salat yang bisa dilakukan kapan saja dengan jumlah rakaat 2 sampai 12 rakaat ketika seseorang melakukan hajat.

13. Sholat Tasbih, adalah sholat yang tasbihnya dibaca 300 kali, total bisa dilakukan 4 rakaat siang atau malam. Ketika malam dilakukan dengan 2 salam tetapi ketika siang dilakukan dengan 1 salam.

BACA JUGA :  Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Doa nya

Cara mengerjakan sholat sunnah :

1. Niat
2. Takbiratul Ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca Al-Fatihah
5. Membaca surat pendek, dianjurkan surat Al Kafirun dan Al Ikhlas
6. Ruku
7. I’tidal
8. Sujud pertama di rakaat kesatu
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua di rakaat kesatu
11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
12. Membaca surat Al-Fatihah
13. Membaca surat pendek yang diketahui
14. Ruku
15. I’tidal
16. Sujud pertama di rakaat kedua
17. Duduk diantara dua sujud
18. Sujud kedua di rakaat kedua
19. Tasyahud Akhir
20. Salam.

Hikmah melakukan shalat sunnah adalah sebagai berikut:

1. Tingkatkan kasih Allah SWT kepada kita.
2. Menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib kita.
3. Menambah amal baik dan meningkatkan derajat di sisi Allah SWT.
4. Jadikan waktu kita lebih produktif setiap saat.
5. Akan tinggal bersebelahan dengan Rasulullah SAW karena kita mencintai sunnahnya.
6. Mempermudah berbagai rezeki kita.
7. Melalui doa, Allah membuat tubuh kita sehat karena kita banyak bergerak.

Wallahu A’lam Bishawab