3 Ciri-ciri Orang Munafik dan Akibatnya

3 Ciri-ciri Orang Munafik dan Akibatnya

orang yang berkata dusta merupakan salah satu tanda

Orang yang Berkata Dusta Merupakan Salah Satu Tanda?

Orang yang Berkata Dusta Merupakan Salah Satu Tanda orang-orang yang MUNAFIK. Dusta dalam islam adalah perilaku tercela dan maknanya sama dengan bohong. Dusta ini dinamakan pula KIDZIB dan merupakan lawan dari Shiddiq atau Jujur yang adalah salah satu sifat wajib pada diri rasul Allah SWT.

Apa saja ciri ciri munafik?

Mereka yang senang berkata dusta atau bohong adalah ciri-ciri orang yang bersifat MUNAFIK. Ini sesuai dengan hadis sahih dari rasulullah SAW yang menyatakan bahwa terdapat 3 ciri orang-orang munafik, antara lain adalah:

  1. Ketika berbicara ia dusta
  2. Ketika berjanji ia ingkar
  3. Ketika diberi amanah ia khianat

Adapun bunyi hadis yang dimaksud lengkap dengan terjemahannya adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم – قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat {Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari}

Berdasarkan pada hadis Rasulullah SAW tersebut maka mereka yang gemar berdusta dekat dengan kemunafikan. Berdusta artinya mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Atau niat di dalam hati tidak bersesuaian dengan ucapan dan perbuatan.

BACA JUGA :  Aqiqah Adalah? Hukum Melaksanakan Aqiqah, 2 Syarat dan Waktunya

Apa yang dimaksud dengan orang munafik?

Pengertian munafik adalah istilah dalam Islam untuk menyebut orang-orang yang berpura-pura mengikuti ajaran Islam, tetapi sebenarnya hati mereka mengingkarinya. Sedangkan dalam bahasa Arab, pengertian munafik berarti orang yang berpura-pura.

Sedangkan mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian munafik adalah usaha berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya terhadap agama dan lain-lain. Namun, di dalam hatinya tidak. Mereka selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan tindakan mereka dan bermuka dua.

Akibat dari sifat Munafik

Sifat munafik, itu adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.  adapun dijelaskan dalam al quran, bahwa:

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neeraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An Nisa’: 145).

Jadi sudah jelas bahwa sifat munafik wajib kita jauhi karena banyak dampak atau akibat dari sifat tersebut, antara lain:
1. Dibenci oleh Allah SWT
2. Mendapatkan dosa besar
3. Tidak akan dipercaya perkataanya oleh siapapun
4. Dijauhkan dari orang-orang sekitarnya

BACA JUGA :  Alam Antara Dunia dan Akhirat Adalah Alam

Upaya menghindari sifat Munafik

Berbuat jujur adalah salah satu benteng yang paling kuat untuk menghindarkan diri dari perbuatan dan sifat munafik.

Apa yang dimaksud dengan jujur?

Jujur adalah sebuah sifat yang membutuhkan kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Seseorang yang jujur akan menyampaikan apa adanya dan berusaha objektif terhadap kebenaran yang ia temukan. Seseorang yang bersih hati nuraninya akan memancarkan sikap jujur dalam kesehariannya. Sikap ini sangat positif juga karena akan membuat orang lain memberikan kepercayaan tanpa ragu akan dibohongi.

Kejujuran perlu dipupuk sejak dini, baik dari lingkungan keluarga, sekolah dan kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan sangat dekatnya sikap tidak jujur dengan perilaku korupsi. Misalnya kebiasaan mencontek saat ujian, tidak mengaku jika mengambil uang keluarga atau meminjam barang kepada teman tanpa bilang terlebih dahulu. Jika sikap tersebut dibiarkan saja tanpa teguran dan usaha untuk dihilangkan, dapat menjadi cikal-bakal untuk menjadi seorang koruptor di masa depan. Koruptor berawal lahir dari sikap tidak jujur pada tindakan-tindakan kecil kita.

Jujur adalah salah satu sifat positif yang harus dimiliki oleh setiap orang. Beberapa manfaat dari perilaku jujur yaitu:

  1. Mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Misalnya seorang pegawai yang jujur akan selalu didengar dan dipercaya oleh atasannya.
  2. Orang lain akan mendukung setiap tindakan kita dan tidak mudah terhasut apabila ada kebohongan yang dilakukan oleh orang yang tidak pertanggung jawab. Misalnya adanya pernipuan atas nama A yang jujur padahal penipuan tersebut dilakukan oleh orang yang mencuri handphone orang A tersebut.
  3. Akan mudah mendapatkan pertolongan dari orang lain apabila sedang mendapat kesulitan karena orang lain tidak merasa dibohongi.
  4. Akan mendapatkan kasih sayang dari lingkungan sekitar dan kemudahan hidup dari Allah.
  5. Lebih terhindar dari ajakan tindak kejahatan penipuan dan terhindar dari tindakan korupsi.
  6. Hidup akan tenang dan tentram sebab tidak ada yang ditutup-tutupi.
BACA JUGA :  Hukum Orang Islam Meninggal Pakai Peti

DAFTAR ISI